Senin, 10 November 2008

ayahbundamanyun

Katanya hidup berumah tangga tanpa pertengkaran serasa hambar, karena pertengkaran adalah bumbunya. Tapi memang begitulah kenyataannya, pertengkaran bisa bikin ayah bunda semakin saling menyayangi, bisa bikin tambah mesra, ciee. Tapi bukan ribut-ribut yang berkepanjangan tentunya. Semua permasalahan harus segera diselesaikan biar semuanya jadi plong plong plong, he he he...

Seperti halnya yang terjadi siang itu, gara-gara masalah sepele (ups, maap karena satu dan lain hal masalahnya ga diceritakan di sini, he he) terjadi perseteruan hebat ayah bunda. Biar cepat plong masalah harus segera di selesaikan. Ayah ma bunda punya solusi unik dalam menyeleaikan pertengkaran, tapi barang kali orang lain juga ada yang melakukan hal yang sama. Pokoke gak ada yang namanya suara gaduh, piring terbang, perabotan melayang, apalagi bentakan-bentakan. Yang terdengar malah suara ringtone hape. Kok bisa? Yups, ayah dan bunda bertengkarnya via SMS, karena nggak ingin Fata tahu kalau ayah bundanya lagi marahan. He.. he.. he..

Tapi, siang itu pulsa ayah habis, pulsa bunda masih ada sich, cuma masa aktifnya abizzz,, he he sama aja. Akhirnya bunda ambil kertas ma pulpen. Kayaknya bunda mau coba cara lama, nostalgia waktu sekolah dulu "SMSan" pake kertas sambil ngegosipin Bapak/Ibu guru.

Kertas yang diambil bunda kecil banget. Jelas aja, lha wong itu kertas struk belanja tadi malem. Tapi sebenarnya ada maksud di balik itu, biar berantemnya cepat selesai. Karena kertasnya kecil, otomatis masalah harus selesai ketika kertasnya udah penuh tulisan.



Trus ayah bunda duduk di ruang tamu, "SMSan" pake kertas, berantem pake tulisan. Melihat tingkah polah ayah bundanya, Fata ikut-ikutan ambil kertas gambar plus pensil warna kesayanganya. Ikut nimbrung di ruang tamu. Tentu saja Fata gak ikutan nulis di kertas struk, tapi menggambar.

Sadar si kecil ada disampingnya, bundapun menoleh ke arah Fata. Bunda melihat apa yang sedang digambar Fata. Melihat gambar Fata bunda jadi senyum-senum sendiri. Ayahpun jadi penasaran, dan spontan ikut melongok gambar Fata.

Apa yang digambar Fata? Ternyata objeknya adalah ayah dan bunda, ya wajah ayah dan bunda yang lagi manyun digambar oleh Fata. Akhirnya bunda ma ayahpun serempak tertawa. Tak terasa struk yang ada di tangan ayah yang penuh dengan coretan-coretan luapan emosi teremas-remas dan nyemplung ke tempat sampah. Dan ayah bunda seolah lupa akan masalah yang terjadi siang itu.

Tanpa pikir panjang, ayah dan bunada menuliskan angka seratus di kertas gambar Fata. Sekarang gantian Fata yang manyun. Lho dapat nilai seratus kok manyun?

"Ayah ma bunda ini gimana sih, olang gambalnya belum selesai kok udah di kasih nialai" protes Fata.

"Maafkan ayah ma bunda sayang, gara-gara masalah sepele, ayah bunda lupa kalau masih ada kamu yang bisa menenteramkan hati kami".

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqon:74)

Tidak ada komentar: