Jumat, 24 April 2009

Tips Pendidkan Anak ala Ust. Yusuf Mansyur



Banyak anak, banyak rejeki. Itulah "ungkapan lama" yang sudah lazim dan sering kita dengar. Namun apakah hal ini selalu berlaku? Menurut Ust. Yusuf Mansyur, hal ini bisa saja terjadi, tapi ada syaratnya. Yaitu sang anak dikenalkan pada Allah.

"Kalau enggak gimana Allah mau tambahin rizki kita?" ujar ustadz yang dalam ceramahnya selalu menekankan pentingnya sedekah dan berbagi. Beliau bahkan berencana ingin punya 7 anak. "Kalau kita cuma berdua, rizkinya cuma buat berdua. Tapi kalau bertiga, maka rizkinya buat bertiga. Jadi jatahnya beda." urai beliau menambahkan.

[Wah tapi, kalau harus punya banyak anak kayaknya ayah bunda belum siap secara mental, mungkin planningnya dua anak dulu kali ya? he he Kasihan ma bunda kalo sering-sering ngelahirin... Tapi jika Allah kasih lebih ya nggak papa, nggak mama deh... Kan anak adalah amanat dari Allah...]
1. Cara mengenalkan anak kepada Allah
"Bukan dengan jalan menyuruh-nyuruh (memaksa-red). Misalnya, jika kita ingin anak shalat, kita sediakan dulu perlengkapannya, seperti mukena. Enggak harus komplet, kasih bagian kepalanya dulu. Nanti kan, si anak akan tanya "Mana roknya?". Nah dengan si anak bertanya, maka secara tidak langsung akan tumbuh sikap tanggung jawab dan sadar untuk sholat tanpa disuruh-suruh. Selain itu, ajak anak ke pengajian. Jadi ditanamkan sejak dini, agar nanti besarnya enggak susah".

[Sippp... cara yang jitu, memang terkadang orang tua sering memerintah (memaksa-red) untuk sholat, malah ada yang dengan volume suara tinggi (bentakan-red). Ada anggapan anak bakal nurut jika dibentak. Padahal dengan bentakan si anak akan merasa takut, dan nyalinya ciut. Hal ini tidak baik untuk perkembangan jiwanya. Intinya ketika mendidik, orangtua juga harus memberi pengertian kepada si anak, kenapa si anak harus melakukan ini dan itu.]

2. Disiplin, tapi nggak kaku
“Memang anak perlu dididik untuk disiplin tapi bersikaplah fleksibel dalam menerapkan aturan. Misalnya, ada jam-jam yang harus mereka taati seperti tidur, makan, dan main. Kalau tidak disiplin, nanti anak jadi ngaco. Namun peraturan itu juga harus bijak. Kalau ada sepupunya yang sedang main di rumah, bolehlah enggak tidur siang, misalnya. Jadi fleksibel saja.”

[Kelonggaran memang terkadang diprlukan, jika suatu saat orangtua memberikan kelonggaran dengan menambah jam bermain pada anak, maka jelaskanlah pada si anak, bahwa kelonggaran itu adalah reward baginya, karena dia telah berlaku baik. Hal ini agar tidak menimbulkan kebingungan pada si anak, kenapa terkadang orang tuanya longgar tapi di lain waktu "kenceng".]

3. Mengajar Konsep Sedekah kepada Anak
Kepada anak-anaknya, Ust Yusuf mengajarkan konsep sedekah dengan cara berbagi. Contoh, ada 4 anak dan masing-masing diberi makanan; ada yang dapat pisang, jeruk, apel, dan roti. Bila mereka makan sendiri-sendiri, maka mereka hanya merasakan satu jenis buah yang dipunyai saja. Tapi kalau masing-masing diminta membagi makanannya jadi 4 dan kemudian saling berbagi, maka masing-masing bisa merasakan 4 jenis makanan yang berbeda.
[Good idea, bisa menumbuhkan jiwa sosial si anak.]

4. Pengawasan dan Doa
Untuk membekali diri anak agar terhindar dari pengaruh lingkungan buruk sebetulnya standar saja, yaitu pengawasan orangtua dan doa. Lakukan persiapannya sejak anak masih di kandungan, dengan sering mengajaknya bicara. “Saya suka nyiumin perut istri dan saya bilang sama anak saya, kamu nanti kalau keluar jangan nyusahin, ya. Pokoknya, saya ngomong apa ajalah soal kehidupan. Lalu, kita bacakan dia Quran dan kita banyak mendoakan supaya jadi anak yang baik. Karena doa itu memainkan peranan penting. Nabi Ibrahim saja masih berdoa supaya anaknya jadi anak yang rajin salat.”

5. Tiga Kunci Agar Anak Selamat
Pertama
, orangtua harus memberikan rezeki yang aman dan halal buat anaknya. "Jika tidak halal, maka di-protect kayak bagaimana pun, anak bisa enggak selamat. Sebab, jika rizki yang diberikan sudah halal, Insya Allah, Allah akan melibatkan diri-Nya untuk melindungi anak kita."


Kedua, anak perlu uswatun khasanah, yaitu contoh dan teladan yang baik dari kedua orangtuanya. Jika anak tidak punya contoh yang baik, misal, ayah-ibu sering bertengkar, bagaimana mau memberitahu si anak? Seperti apa pun orangtua memberitahu anak, sampai budek pun si anak enggak mau dengarkan orangtua.

Ketiga, doa. Libatkan selalu Allah dalam setiap tahapan mendidik anak. Kita sebagai manusia janganlah sombong. Kala anak pamit keluar rumah, contohnya, kita sebagai orangtua tidak bisa tahu dan melihat apa yang anak lakukan di luar rumah. Tapi Allah Maha Melihat dan Tahu. Maka itu, kita berdoa menitipkan anak kita pada Allah dengan memohonkan keselamatannya. Jika kita berdoa, masa Allah tidak akan melindungi? Iya, kan!



3 komentar:

a71prabowo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

wuih bagus tips nya, saya taruh di blog saya juga ya: ajiprabowo.wordpress.com

Terimakasih, Jazakumullah Khairan,
Aji

ayah & bunda fata mengatakan...

monggo silakan Pak Aji, salam silaturrahim sebelumnya... :)