Sabtu, 07 Februari 2009

Tips Mengajar Anak Tahfizh Dalam Target


Mendidik anak sejak sejak dini adalah kewajiban kita sebagai orang tua; Karena anak adalah amanah yang Allah SWT bebankan kepada kita. Salah satunya adalah bagaimana kita mengajarkan Al-Quran kepada anak kita. Dalam hal ini kita ingin sekali anak kita dapat menghafal Al-Quran dan memulainya sedini mungkin.

Namun terkadang seorang ayah atau ibu karena belum terbiasa menghafal Al-Quran jadi agak ‘bingung’ bagaimana bisa meraih kemuliaan agar anaknya kelak bisa menghafal Al-Quran. Namun bagi orang tua yang memiliki kemampuan dan sudah terbiasa menghafal Al-Quran, maka insya Allah tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam membimbing sang buah hati tuk meraih cita-cita mulia yaitu dapat menghafal Al-Quran.

Kita tahu bahwa belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu dan belajar di usia lanjut bagaikan mengukir di atasa air. Kita juga tau bahwa anak kecil bagaikan kaset kosong siap diisi dan menerima apa saja, yang baik ataupun yang buruk dan itu akan terekam kuat dalam memorinya. Oleh karenanya orang tua harus berusaha seoptimal mungkin dalam memanfaatkan masa ini bagi anaknya agar waktu yang ada dapat dilalui dengan berbagai aktifitas positif dan bermanfaat bagi anak di masa mendatang.


1. Jangan tergesa-gesa.

Sebagai orang tua, ketika ingin memulai mengajarkan anak menghafal Al-Quran, usahakan jangan tergesa-gesa supaya anak cepat hafal ayat atau surat yang baru satu atau dua kali dia baca. Hafalan yang baik akan didapatkan dengan cara membaca berulang kali ayat-ayat atau surat yang akan kita hafal. Paling tidak, kita dapat membacakannya minimal tujuh kali. Setelah kita merasakan ayat-ayat yang baru saja kita bacakan tadi telah melekat di dalam memori anak kita, barulah boleh pindah ke ayat atau surat berikutnya.

Mungkin tidak sedikit anak yang sudah mandiri menghafal sendiri, saat sedang menghafal Al-Quran, setelah membaca dua sampai tiga kali ayat yang akan dihafalnya, dia merasa sudah menghafalnya. Setelah itu, ia pun mencoba pindah ke ayat berikutnya karena ingin segera menghafal ayat lain, padahal dia belum menghafalnya dengan baik. Maka di sini peran seorang guru Al-Quran, dalam hal ini orang tua yang mengajarkannya di rumah agar mengarahkannya dengan baik supaya jangan pindah ke ayat lain kecuali bila diyakini si anak benar-benar telah hafal.

Menghafal dengan tergesa-gesa sebenarnya tidak dapat dibenarkan dalam proses menghafal Al-Quran. Cara menghafal demikian tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan. Menghafal sedikit-sedikit lebih baik daripada banyak tetapi terputus dan menghafal dengan tergesa-gesa akan mengakibatkan cepat lupa.

2. Menghafal Surat Pendek

Dalam membimbing dan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Quran, mulailah dari surat-surat pendek. Yaitu yang terdapat di dalam juz ‘amma atau juz 30. karena selain lebih mudah menjelaskan isi atau kandungan surat tersebut dalam bentuk cerita juga surat-surat pendek itu lebih sering dibaca, khususnya oleh imam shalat di masjid-masjid dan di mushalla mushalla. Sehingga anak tidak akan menghadapi banyak kesulitan ketika menghafal nanti.

3. Buat target

Dalam menghafal Al-Quran, merencanakan target tertentu tidak bisa lepas dalam proses menghafal. Walaupun sebenarnya penentuan target hafalan adalah suatu hal yang relative, karena setiap anak dalam menghafal memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Namun untuk memberikan kemudahan kepadanya dan agar lebih terarah memang harus ada perencanaan target tertentu. Maka dalam waktu sebulan hasilnya akan kelihatan berapa ayat atau surat yang akan dicapai oleh si anak. Dalam membuat target hafalan ayat atau surat yang akan dihafal usahakan jangan terlalu banyak, harus disesuaikan dengan kemampuan daya serap dan hafal si anak, sehingga anak akan merasakan bahwa menghafal Al-Quran itu mudah dan menyenangkan. Dan bila dinilai anak sudah mulai menyukai hafalan dan prestasinya bagus, maka bisa saja targetnya dinaikan. Mungkin yang tadinya ditargetkan dalam sepekan anak dapat menghafal setengah halaman misalnya, maka target itu bisa dinaikan menjadi satu halaman di bulan berikutnya.

Kalau kita ambil contoh dan pukul rata-rata bahwa setiap 1 juz Al-Quran itu berjumlah 10 lembar atau 20 halaman, maka untuk 30 juz Al-Quran berjumlah tidak kurang dari 600 halaman. Berarti bila anak dapat menghafal secara kontiniu setiap pekan satu halaman, maka dalam tempo satu tahun atau kurang lebih 48 pekan maka dia akan menghafal sebanyak 48 halaman atau sekitar 2,5 juz. Namun sekali lagi saya tegaskan bahwa dalam penentuan target hafalan adalah suatu hal yang relative dan setiap anak dalam menghafal memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jadi bisa jadi dalam menghafal Al-Quran ada anak yang lebih cepat dari alokasi target yang baru saja kita sebutkan sebelumnya.

1 komentar:

fauz mengatakan...

Assalamu'alaikum...

Af1 tanya:
ada tidak y metode menghafal Alqur'an untuk anak usia dini (yg rata-rata belum bisa membaca Al Qur'an), bagaimana?

Syukron ats keterangannya